This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

This section doesn’t currently include any content. Add content to this section using the sidebar.

Image caption appears here

Add your deal, information or promotional text

NAMA Story : Awal Mula Studio Beroperasi

NAMA Studios dimulai di garasi orang tua saya yang saya sewa dengan luas 3x4 meter dan bertempat di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Selepas kuliah, keinginan memulai usaha sendiri dan kebetulan cinta saya dengan tas menjadi alasan utama untuk memulai sebuah studio atau tempat berkreasi yang berfokus untuk membuat aksesoris, terutama tas. Kebetulan bapak saya dari dulu sering membeli tas. Bahkan tas yang saya gunakan kebanyakan adalah hibahan dari bapak saya sendiri. Jadi keinginan punya tas sendiri menjadi salah satu motivasi untuk memulai NAMA Studios.

Saat itu brand lokal di kategori tas rasanya belum sebanyak sekarang atau mungkin saya yang belum tau terlalu banyak karena terlalu sibuk belajar bahan dan menjahit. Selepas menyelesaikan program studi sarjana dan bermodalkan nekat dengan uang Rp 200.000 di kantong dan bahan-bahan sisa hasil riset sebelumnya, saya berhutang ke sebuah toko untuk mendapatkan mesin jahit bekas merek Juki. Kebetulan sudah kenal baik dengan salah satu penjualnya. Saya masih ingat mesin Juki Single Stitch dengan kode DDL-5500 yang masih Made in Japan adalah mesin pertama saya saat itu.

Mesin Juki ini diberikan kepada saya dengan syarat membayar cicil manual 3x (tiga kali) dalam 3 bulan. Tanpa mesin ini, NAMA Studios yang saya idamkan tidak akan pernah bisa dimulai. Seiring waktu berjalan, saya belajar menjahit dengan mesin dan membuat pouch-pouch kecil untuk dijual ke teman-teman saya atau orang yang meminta dibuatkan dari Instagram @namastudios saat itu.

Kalau dibilang jadi pengusaha itu enak, pikir lagi deh hahaha ternyata ga seindah yang dibayangkan.

Search